Tampilkan postingan dengan label Modul CNC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modul CNC. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 April 2012
Mesin CNC GSK 980MA5
Diposting oleh
Unknown
di
20.13
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Modul CNC
Dasar-dasar Pemrograman CNC
Diposting oleh
Unknown
di
20.03
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Modul CNC
Cara Setting Benda Kerja ( CNC Lathe )
Sekarang ane mau sharing tentang Cara Seeting Benda Kerja pada mesin CNC.
Silakan langsung simak ajj gan ::
Untuk melaksanakan eksekusi program-program CNC dengan penyayatan benda kerja terlebih dahulu dilakukan setting pisau terhadap benda kerja.
1. Setting benda kerja dengan metode Inkrimental.
2. Setting benda kerja dengan metode absolute.
1. Setting benda kerja dengan metode pemrograman Inkrimental
a. Pasang benda kerja pada cekam dan kunci dengan kuat.
b. Putar cekam dengan kecepatan putar yang sesuai dan pastikan putaran benda kerja sudah center.
c. Setting terhadap sumbu “X” :
- Gerakan pahat mendekati permukaan benda kerja dan atur kecepatan penyayatan dengan pelan-pelan.
- Sentuhkan ujung pahat pada permukaan benda kerja dan yakinkan pahat sudah benar-benar menyentuh/menggores benda kerja.
- Lihat harga “X” pada monitor, missal harga X=-520 ; hapus harga “X” dengan tombol DEL. Sehingga harga “X” menjadi nol (00).
Seting pada sumbu “X” telah selesai
Setting terhadap sumbu “Z” :
- Bebaskan ujung pahat dari permukaan benda kerja dan gerakan bebas pahat ke kanan mendekati permukaan samping kanan benda kerja.
- Gerakan pahat mendekati permukaan sisi samping kanan benda kerja dan atur kecepatan penyayatan dengan pelan-pelan.
Sentuhkan pahat pada permukaan benda kerja dan pastikan pahat sudah menyentuh permukaan benda kerja.
- Lihat harga “Z” pada monitor, missal harga Z=250 ; Hapus harga “Z” dengan menekan tombol DEL sehingga harga Z=0
- Gerakan pahat ke kanan sesuai harga titik awal penyayatan yang dikehendaki, missal harga Z=100 (1mm), maka pahat digerakan 1mm disebelah kanan titik referensi benda kerja.
- Setting terhadap sumbu “Z” telah selesai, benda kerja siap di sayat.
Setting benda kerja dengan metode Absolute
a. Ukurlah diameter benda kerja dan catat harga diameter, missal : 22mm
b. Pasang benda kerja pada cekam dan kunci dengan kuat.
c. Putar cekam dengan kecepatan putar yang sesuai dan pastikan putaran benda kerjanya sudah center.
d. Setting terhadap sumu “X” :
- Gerakan pahat mendekati permukaan benda kerja dan atur kecepatan penyayatan dengan pelan-pelan.
- Sentuhkan ujung pahat pada permukaan benda kerja dan pastikan pahat sudah menyentuh/menggores permukaan benda kerja.
- Lihat harga “X” pada monitor, missal X=-879 ; hapus harga “X” dengan menekan tombol DEL sehingga harga “X” menjadi nol (00).
Tekan tombol INP dan tulis harga diameter benda kerja X=2200 kemudian tekan INP.
- Setting terhadap sumbu “X” telah selesai.
Untuk setting pada sumbu “Z” caranya sama seperti pada metode inkrimental.
Diposting oleh
Unknown
di
19.43
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Modul CNC
Contoh Pemrograman Absolute ( CNC Lathe)
Contoh pemrograman ABSOLUTE
Penyusunan program absolute penghitungannya didasarkan pada satu titik referensi. Nilai X adalah diameter, sedangkan Nilai Z adalah jarak dari titik referensi kearah memanjang. Untuk lebih jelasnya ikuti ilustrasi Program berikut :
(Mohon maaf jika gambar kurang jelas, karna saat ini fasilitas saya untuk menggambar sangat minim)

Susunan Program Untuk Finishing ::

* N = nomor urutan program
* G = blok perintah fungsi G dan M
* X = sumbu "X"
* Z = sumbu "Z"
* F = kecepatan Feed (alat potong)
Keterangan dari Program di atas adalah sebagai berikut :
☺ N00 : Informasi disampaikan pada mesin bahwa posisi pahat pada diameter 25mm dan tepat diujung benda ( G92 X2500 Z0 )
☺ N01 : Mesin diperintahkan memutarkan spindel chuck searah jarum jam ( M30 )
☺ N02 : Pahat di perintahkan maju lurus tidak menyayat ( G00 X800 Z0 ) dari titik S ke titik A
☺ N03 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X800 Z-600 F35 ) dari titik A ke B
☺ N04 : pahat diperintahkan menyayat tirus ( G01 X1500 Z-1800 F35 ) dari titik B ke C
☺ N05 : Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X2100 Z-1800 F35 ) dari titik C ke D
☺ N06 : Pahat di perintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X2100 Z-1800 F35 ) dari titik D ke E
☺ N07 : Pahat di perintahkan mundur lurus ( G01 X2500 Z-2800 F35 ) dari titik E ke F
☺ N08 : Pahat diperintahkan gerak cepat tidak menyayat ( G00 X2500 Z0 ) dati titik F kembali ke S
☺ N09 : Mesin diperintahkan selesai / Program telah Berakhir ( M30 )
Penyusunan program absolute penghitungannya didasarkan pada satu titik referensi. Nilai X adalah diameter, sedangkan Nilai Z adalah jarak dari titik referensi kearah memanjang. Untuk lebih jelasnya ikuti ilustrasi Program berikut :
(Mohon maaf jika gambar kurang jelas, karna saat ini fasilitas saya untuk menggambar sangat minim)
Susunan Program Untuk Finishing ::
* N = nomor urutan program
* G = blok perintah fungsi G dan M
* X = sumbu "X"
* Z = sumbu "Z"
* F = kecepatan Feed (alat potong)
Keterangan dari Program di atas adalah sebagai berikut :
☺ N00 : Informasi disampaikan pada mesin bahwa posisi pahat pada diameter 25mm dan tepat diujung benda ( G92 X2500 Z0 )
☺ N01 : Mesin diperintahkan memutarkan spindel chuck searah jarum jam ( M30 )
☺ N02 : Pahat di perintahkan maju lurus tidak menyayat ( G00 X800 Z0 ) dari titik S ke titik A
☺ N03 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X800 Z-600 F35 ) dari titik A ke B
☺ N04 : pahat diperintahkan menyayat tirus ( G01 X1500 Z-1800 F35 ) dari titik B ke C
☺ N05 : Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X2100 Z-1800 F35 ) dari titik C ke D
☺ N06 : Pahat di perintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X2100 Z-1800 F35 ) dari titik D ke E
☺ N07 : Pahat di perintahkan mundur lurus ( G01 X2500 Z-2800 F35 ) dari titik E ke F
☺ N08 : Pahat diperintahkan gerak cepat tidak menyayat ( G00 X2500 Z0 ) dati titik F kembali ke S
☺ N09 : Mesin diperintahkan selesai / Program telah Berakhir ( M30 )
Diposting oleh
Unknown
di
19.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Modul CNC
Contoh Program Inkrimental (CNC Lathe)
Contoh pemrograman INKRIMENTAL
Seperti yang sudah saya jelaskan kemarin, bahwa Menyusun program secara inkrimental. Perhitungannya didasarkan pada posisi nol berada, yang berarti gerakan tool berikutnya di hitung dari posisi tool sebelumnya. Dengan kata lain hitungan yang selanjutnya selalu di mulai dari posisi pahat berada.
Untuk lebih jelasnya ikuti contoh pemrogaman Inkrimental di bawah ini dan cermati angka-angka nya..,
(Mohon maaf jika gambar kurang jelas, karna saat ini fasilitas saya untuk menggambar sangat minim)

Susunan Program Untuk Finishing ::

* N = nomor urutan program
* G = blok perintah fungsi G dan M
* X = sumbu "X"
* Z = sumbu "Z"
* F = kecepatan Feed (alat potong)
Keterangan dari Program di atas adalah sebagai berikut :
☺ N00 : Mesin diperintahkan memutarkan spindel chuck searah jarum jam (M03)
☺ N01 : Pahat diperintahkan maju lurus tidak menyayat ( G00 X-850 Z0 ) Dari titik S ke titik A
☺ N02 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X0 Z-600 F35) dari titik A ke titik B
☺ N03 : Pahat diperintahkan menyayat tirus ( G01 X350 Z-1200 F35 ) dari titik B ke titik C
☺ N04 : Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X350 Z0 F35 ) dari titik C ke titik D
☺ N05 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X0 Z-1000 F35) dari titik D ke E
☺ N06 : Pahat di perintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X200 Z0 F35 ) dari titik E ke F
☺ N07 : Pahat di perintahkan gerak cepat tidak menyayat ( G00 X0 Z2800 ) dari titik F kembali ke titik S
☺ N08 : mesin diperintahkan berhenti / Program telah berakhir ( M30 )
Seperti yang sudah saya jelaskan kemarin, bahwa Menyusun program secara inkrimental. Perhitungannya didasarkan pada posisi nol berada, yang berarti gerakan tool berikutnya di hitung dari posisi tool sebelumnya. Dengan kata lain hitungan yang selanjutnya selalu di mulai dari posisi pahat berada.
Untuk lebih jelasnya ikuti contoh pemrogaman Inkrimental di bawah ini dan cermati angka-angka nya..,
(Mohon maaf jika gambar kurang jelas, karna saat ini fasilitas saya untuk menggambar sangat minim)
Susunan Program Untuk Finishing ::
* N = nomor urutan program
* G = blok perintah fungsi G dan M
* X = sumbu "X"
* Z = sumbu "Z"
* F = kecepatan Feed (alat potong)
Keterangan dari Program di atas adalah sebagai berikut :
☺ N00 : Mesin diperintahkan memutarkan spindel chuck searah jarum jam (M03)
☺ N01 : Pahat diperintahkan maju lurus tidak menyayat ( G00 X-850 Z0 ) Dari titik S ke titik A
☺ N02 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X0 Z-600 F35) dari titik A ke titik B
☺ N03 : Pahat diperintahkan menyayat tirus ( G01 X350 Z-1200 F35 ) dari titik B ke titik C
☺ N04 : Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X350 Z0 F35 ) dari titik C ke titik D
☺ N05 : Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang ( G01 X0 Z-1000 F35) dari titik D ke E
☺ N06 : Pahat di perintahkan menyayat mundur lurus ( G01 X200 Z0 F35 ) dari titik E ke F
☺ N07 : Pahat di perintahkan gerak cepat tidak menyayat ( G00 X0 Z2800 ) dari titik F kembali ke titik S
☺ N08 : mesin diperintahkan berhenti / Program telah berakhir ( M30 )
Diposting oleh
Unknown
di
19.40
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Modul CNC